Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan laut, yang biasanya hidup di karang-karang. Ada 46 jenis spesies ikan kerapu di dunia, namun yang umum ditemukan di perairan Indonesia saat ini adalah kerapu bebek/tikus, kerapu lumpur, kerapu kertang, kerapu macan, kerapu totol, kerapu karang, kerapu pasir dan kerapu sunu.

Secara umum ikan kerapu memiliki ciri-ciri badan sebagai berikut:

  1. Bentuk tubuh pipih, yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh.
  2. Rahang atas dan bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat.
  3. Mulut lebar, serong ke atas dengan bibir bawah yang sedikit menonjol melebihi bibir atas.
  4. Sirip ekor berbentuk bundar, sirip punggung tunggal dan memanjang dimana bagian yang berjari-jari keras kurang lebih sama dengan jari-jari lunak.
  5. Posisi sirip perut berada di bawah sirip dada.
  6. Badan ditutupi sirip kecil yang bersisik stenoid.
ikan kerapu
ikan kerapu

Budidaya Ikan Kerapu di Indonesia

Di beberapa negara tropis, ikan kerapu (Groupers) sudah mulai di budidayakan secara komersil. Selain memiliki rasa daging yang lezat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi, ikan kerapu juga memiliki harga jual yang tinggi di pasar dunia. Mahalnya harga komoditas ini dikarenakan ketersediaannya di alam mulai berkurang, sedangkan permintaan pasar dunia semakin tinggi.

Budidaya ikan kerapu juga telah digalakkan di Indonesia selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga sebagai komoditas ekspor. Ikan kerapu dari Indonesia di ekspor dalam kondisi hidup ke Hongkong, Taiwan, China, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Filipina, USA, Australia, Singapura, Malaysia dan Perancis.

Tiga alasan mengapa ikan kerapu perlu dikembangkan sebagai komoditas unggulan di Indonesia yaitu:

  1. Kerapu merupakan komoditi perikanan yang memiliki peluang ekspor yang sangat menarik yang selama ini belum dimanfaatkan secara penuh.
  2. Pertumbuhan bisnis kerapu secara keseluruhan diharapkan akan membawa dampak peningkatan devisa Negara dan kesejahteraan lapisan bawah masyarakat yang hidup dengan mata pencarian bidang perikanan.
  3. Modernisasi penangkapan dan budidaya ikan kerapu akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan laut khususnya rusaknya terumbu karang.

Ikan kerapu alam dan hibrida yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia adalah: kerapu tikus/bebek, kerapu macan, kerapu cantik (persilangan kerapu macan dan batik), kerapu cantang (persilangan kerapu macan dan kertang). Dari empat jenis ikan kerapu ini, kerapu cantang dan kerapu cantik paling dominan dibudidayakan. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki masa budidaya yang relatif pendek, sehingga dirasa lebih menguntungkan bagi pembudidaya ikan kerapu.

Data terakhir yang di dapat dari BPS, produksi ikan kerapu pada tahun 2013 adalah sebanyak 113.368 ton, yang terdiri dari 13.464 ton hasil budidaya dan 99.904 ton hasil tangkapan. Ekspor ikan kerapu di tahun yang sama mencapai US$ 19,8 juta dengan volume 2.552 ton. Dan dari jumlah tersebut, 90 persennya dikirim ke Hongkong. Rata-rata berat badan ikan kerapu per-ekor yang di ekspor antara 500-800 gram.

Perairan Indonesia yang sangat berpotensi untuk membudidayakan ikan kerapu di keramba jaring apung diantaranya adalah; Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Situbondo-Jawa Timur, Bali, Berau.