Sebagai rangkaian dari kegiatan pendampingan mitra-mitra ICCO, pada tanggal 17-20 November 2015 Yayasan Penabulu melaksanakan kegiatan Sosialisasi Business Plan dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan untuk Usaha Kelompok Kopwan Pesada Perempuan sebagai mitra dampingan ICCO di Kabupaten Dairi Sumatra Utara, acara ini dilaksanakan dilokasi 2 lokasi, yaitu kantor Pesada Jl. 45 No. 12E Sidikalang dan di kelompok CU Kec. Gunung Sitember

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan kapasitas anggota Kopwan Pesada Perempuan dalam pengelolaan potensi hasil kebun jagung untuk peningkatan ekonomi anggota Kopwan melalui usaha kelompok.

Kegiatan hari pertama

Untuk kegiatan kali ini, hari pertama fasilitator dari Yayasan Penabulu melakukan survey pasar jagung pipil yang ada di Medan dengan cara menghubungi beberapa orang yang mempunyai link langsung kepada eksportir ataupun produsen pakan.

Pada kegiatan survey ini tim dari Yayasan Penabulu mendapati satu orang calon pembeli yang siap untuk menampung jagung pipil hasil panen kelompok dengan prosedur sebagai berikut:

  • Mengirim sample jagung pipil dengan kualitas yang dimiliki oleh kelompok;
  • Negosiasi harga disesuaikan dengan kualitas jagung yang diterima;
  • Mensepakati sistem pembayaran;
  • Pengiriman barang ke Medan.

Dari informasi yang didapat, calon pembeli ini langsung memasok jagung pipil ke eksportir dan produsen pakan ternak besar di Medan, sehingga kelompok berpeluang menjadi suplier tetap.

Tindaklanjut dari survey ini adalah menghubungkan calon pembeli kepada ketua Kopwan Pesada Perempuan untuk ditindaklanjuti.

Kegiatan hari kedua

Kegiatan hari kedua fasilitator dari Yayasan Penabulu melakukan diskusi terkait kesiapan kelompok usaha dan bagaimana sinergitas antara unit CU dengan unti usaha kelompuk yang akan dibentuk. Diskusi ini dihadiri oleh 6 orang:

  1. Rusliani Tumangger (Ketua CU Pesada Perempuan)
  2. Rismi Banuria (Pengawas Kopwan Pesada Perempuan)
  3. Rismawati Bancin (Ketua Kopwan Pesada Perempuan)
  4. Ramida Sinaga (Direktur Pesada)
  5. Rinald Sagala (Staf Pesada)
  6. Sony Yusuf (Penabulu)
  7. Mohamad Tamzil (Penabulu)

Dari diskusi ini dihasilkan suatu kesepakatan bahwa unit usaha kelompok jagung ini akan menjadi salah satu unit usaha Kopwan Pesada Perempuan, sehingga tidak perlu lagi untuk membuat legalitas lembaga baru. Selain itu, Ibu Ramida Sinaga selaku direktur Pesada berkeinginan Kopwan ini bisa melahirkan perempuan-perempuan yang mandiri secara ekonomi.

Untuk lebih menguatkan tujuan dari Pesada dan Kopwan, maka Mohamad Tamzil sebagai fasilitator dari Yayasan Penabulu mensosialisasikan Business Plan yang sudah dibuat. Dari pemaparan setiap aspek yang telah disusun dari Business Plan tersebut, pada dasarnya mereka sangat setuju dengan rencana usaha jagung yang akan dibentuk, dari diskusi tersebut tercetus pula bagaimana sinergitas antara unit usaha CU dengan unit usaha Jagung dalam aspek permodalan kelompok. Setelah sosialiasi Busines Plan di kantor Pesada, lalu tim dari Penabulu didampingi oleh Deputi Direktur, Pengawas Kopwan dan staf lapangan bertolak ke lokasi kedua di Kec. Gunung Sitember.

Untuk kegiatan kedua ini tim dari Yayasan Penabulu mengunjungi kelompok CU Marikena yang nantinya akan dijadikan unit usaha jagung dari Kopwan Pesada Perempuan.

Dalam pertemuan kedua ini kami lebih berdiskusi tentang rencana pembentukan unit usaha jagung, serta membentuk kesepakatan tentang struktur pengurus unit usahanya. Untuk kegiatan ini dihadiri oleh 14 orang anggota CU:

  1. Dinta Solin (deputi Direktur Pesada)
  2. Rinaldi Sagala (staf Pesada)
  3. Resmi Banuria (Pengawas Kopwan Pesada Perempuan)
  4. Harapen Pinem (Anggota Kelompok)
  5. Natalia Tarigan (Anggota Kelompok)
  6. Alam Ginting (Anggota Kelompok)
  7. Mulingenna Br Karo (Anggota Kelompok)
  8. Lesmita Ginting (Anggota Kelompok)
  9. Dahlia Br Karo (Anggota Kelompok)
  10. Drapida Br Karo (Anggota Kelompok)
  11. Linda Br Ginting (Anggota Kelompok)
  12. Rupana Br Pinem (Anggota Kelompook)
  13. Rehulina Br Padang (Anggota Kelompok)
  14. Ida Br Karo (Anggota Kelompok)
  15. Esterwati Tarigan (Anggota Kelompok)
  16. Sony Yusuf (Penabulu)
  17. Mohamad Tamzil (Penabulu)

Seperti apa umumnya kelompok-kelompok dampingan para mitra, sebagian besar memang belum mengerti bagaimana melakukan aktifitas usaha kelompok, sehingga fasilitator perlu untuk memaparkan materi tentang bagaimana membentuk mindset bisnis bagi pemula. Setelah pemaparan materi tersebut, baru kita lanjutkan dengan diskusi untuk langkah awal melakukan usaha kelompok. Dari diskusi tersebut terlihat perubahan ekspresi mereka yang jauh lebih semangat dan optimis bahwa potensi jagung yang selama ini mereka jual langsung ke pengepul bisa mereka kelola untuk meningkatkan pendapatan pribadi dan kelompok.

Kegiatan hari pertama ini selesai sampai dengan pukul 17.20 WIB. Dan akan dilanjutkan pada kegiatan hari ketiga, yaitu sosialisasi business Plan usaha jagung.

Kegiatan hari ketiga

Untuk kegiatan hari ketiga ini kami adakan di tempat yang sama, yaitu rumah ketua kelompok CU Marikena Kec. Gunung Sitember dengan peserta yang sama pada kegiatan hari sebelumnya. Agenda untuk kegiatan hari ketiga ini adalah sosialisasi rencana usaha dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk usaha kelompok.

Untuk sesi pertama acara dipimpin oleh Sony Yusuf sebagai fasilitator spesialis keuangan koperasi. Daolam sesi pertama Sony Yusuf memberikan materi pengantar tentang dasar-dasar pengelolaan keuangan usahakelompok, diawalli dari mengenal istilah-istilah keuangan yang diilustrasikan dengan aktifitas sehari-hari para peserta, sampai bagaimana mengatur keuangan yang benar agar keuangan untuk modal usaha tidak bercampur dengan keuangan pribadi.

Setelah penyampaian materi pengantar, acara dilanjutkan dengan diskusi untuk menghitung kebutuhan permodalan untuk memulai usaha jagung bagi kelompok. Dalam sesi ini Sony Yusuf sebagai fasilitator memandu peserta untuk membuat list kebutuhan modal dari mulai proses menanam jagung sampai dengan panen. Tidak didapati kendala dalam sesi ini, karena materi yang disampaikan pada umumnya sudah menjadi kegiatan rutin para peserta dalam berkebun jagung.

Dalam sesi ini dihasilkan analisa kebutuhan modal untuk usaha jagung, yang nantinya akan menjadi data penguat untuk finalisasi analisa keuangan dalam business plan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sosialisasi business plan, khususnya untuk aspek produksi, pemasaran dan rencana pengembangan usaha. Sesi ini diharapkan akan menjadi motivasi bagi para peserta untuk memulai melakukan aktifitas usaha pengolahan jagung ini, sekaligus menjadikan pembelajaran bagi mereka bagaimana tahapan-tahapan untuk memulai suatu usaha, agar bisa aspek perencanaan usaha tidak selalu dianggap tidak penting.

Dalam sesi ini semua peserta mulai memahami inti dari perencanaan bisnis, aspek apa saja yang selama ini tidak mereka ketahui, sehingga usaha yang mereka kerjakan selama ini tidak mendapatkan hasil yang signifikan. Selain itu, pada diskusi ini peserta lebih menyoroti kepada aspek pemasaran, dimana selama ini mereka hanya menjual jagung hasil panen kepada para tengkulak yang ada di kampung mereka. Selain itu para peserta banyak bertanya tentang teknis pembagian hasil keuntungan jika jagung tersebut diolah menjadi bahan pakan ternak dan jagung, dari diskusi ini kami mendapatkan kesimpulan bahwa semua sistem dan mekanisme akan mulai dikerjakan oleh kelompok dan pengurus koperasi, diawali dengan menyusun rencana aksi untuk 1 tahun kedepan.

Disesi terakhir ini, acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan rencana tindaklanjut dari kegiatan ini, yaitu:

  1. Penyusunan rencana aksi akan diselesaikan dalam waktu 2 minggu;
  2. Pelatihan produksi akan dilakukan pada minggu ke 2 bulan Desember;
  3. Menganalisa pasar lokal untuk produsen pakan ternak;
  4. Mendata jumlah potensi hasil panen anggota CU.