Sekarang, katakanlah pabrik pertama Anda sudah using sehingga sering ngadat atau mogok dan sangat mengganggu produktivitas Anda. Ya, Anda perlu ganti mesin yang baru! Harga mesin baru (sudah termasuk biaya pemasangan dan uji coba) tersebut saat ini sebesar Rp 250.000.000,00, dengan kapasitas produksi lebih besar, yaitu 160 ton per bulan, di sisi lain bahan baku yang dipergunakan lebih efisien sehingga HPP Anda bisa turun menjadi hanya 65% (marjin keuntungan Anda naik menjadi 35%). Jika Anda mencari pinjaman untuk mengadakan mesin yang baru tersebut akan dapat disetujui lembaga keuangan atau bank?

Untuk pengadaan mesin baru tersebut Anda cukup menghitung incremental cashflow-nya saja akibat adanya efisiensi dari penggunaan mesin baru tersebut. Dalam kasus Anda di atas, jika Anda tidak mengganti mesin maka produksi dalam satu bulan hanya mencapai 150 ton (pendapatan Rp 300.000.000,00), sedangkan bila mengganti dengan mesin baru maka produksi akan meningkat menjadi 160 ton (pendapatan meningkat juga menjadi Rp 320.000.000,00). Di situ terlihat terjadi peningkatan cashflow sebesar Rp 20.000.000,00 yang disumbangkan dari peningkatan produksi.

Di sisi lain, jika Anda menggunakan mesin lama Anda membutuhkan biaya produksi yang secara total diakumulasikan ke dalam HPP sebesar Rp 225.000.000,00 (75% x Rp 300.000.000,00), namun bila menggunakan mesin baru Anda bisa berhemat karena HPP-nya hanya sebesar Rp 208.000.000,00 (65% x Rp 320.000.000,00). Artinya setiap bulan Anda dapat berhemat sebesar Rp 17.000.000,00. Dengan demikian, jika Anda mengganti mesin baru di pabrik Anda yang lama akan menciptakan incremental cashflow per bulan sebesar Rp 37.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut:

  • Incremental dari peningkatan produksi      Rp 20.000.000,00
  • Incremental dari efisiensi (penghematan)   Rp 17.000.000,00
       Total incremental cashflow                       Rp 37.000.000,00

Jika mesin baru Anda dapat menghasilkan incremental cashflow sebesar itu, maka Anda tidak perlu mencari pinjaman dengan tenor (jangka waktu) pengembalian yang panjang, cukup setahun saja. Dengan tenor setahun, total payment (angsuran pokok dan pembayaran bunga) yang harus Anda bayarkan setiap bulan hanya sebesar Rp. 23.158.626,00 nilai yang jatuh di bawah kemampuan Anda, yaitu sebesar Rp 37.000.000,00. Rincian tabel angsuran selengkapnya Anda dapat lihat pada Tabel II.4 berikut.

Dari tabel tersebut Anda pun sesungguhnya dapat melakukan analisa sensitif sendiri dengan mencoba mengubah-ubah beberapa faktor yang mungkin bisa diubah. Untuk contoh kali ini faktor yang sensitif katakanlah faktor bunga, misalnya apabila tingkat suku bunga naik menjadi 30% apakah incremental cashflow Anda cukup untuk mengangsur? Tentu Anda harus mencoba melakukan perhitungan lagi.

Ya, dengan menggunakan tabel angsuran seperti di bawah ini, Anda dapat mencoba mengganti tingkat bunga dari 20% menjadi 30%, dan hasilnya angsuran yang harus Anda bayar setiap bulan adalah sebesar Rp 24.371.782,00 Artinya, apabila tingkat bunga naik hingga 30% pun, incremental cashflow Anda masih dapat menutupi angsuran pokok dan pembayaran bunga.

Rincian Skedul Angsuran Pinjaman Investasi untuk Perbaikan

Pokok: Rp 250.000.000
Bunga: 20% efektif per tahun
Tenor: 12 bulan
Angsuran: Rp 23.158,626 per bulan

Picture6

Judul Buku: Cara Cepat dapat Modal, Penulis: Supriyono Soekarno, Halaman: 52-55.