Proses pemantauan (monitoring) debitur merupakan rangkaian aktivitas untuk mengetahui dan memonitoring perkembangan proses pemberian kredit, perjalanan kredit, dan perkembangan usaha sejak kredit diberikan sampai lunas. Intensitas pemantauan kredit ditentukan oleh kualitas kredit, di mana kualitas kredit akan menentukan intensitas pemantauannya, dengan ruang lingkup dan/atau dengan melakukan beberapa aktivitas, sebagai berikut.

  • Pemantauan terhadap pelaksanaan pemberian kredit.
  • Pemantauan terhadap kelengkapan dokumen dan administrasi kredit.
  • Pemantauan perkembangan usaha debitur.
  • Pemantauan terhadap hasil prestasi (penggunaan kredit, riwayat pembayaran, dan hasil prestasi keuangan).
  • Pemantauan terhadap barang jaminan (nilai jaminan dan kesempurnaan jaminan).

Sementara itu, proses pemantauan kredit dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

On desk, yaitu dengan melakukan:

  • Verifikasi terhadap semua file dokumen kredit nasabah, dalam hal ada atau tidaknya penundaan atas pemenuhan persyaratan;
  • Penelitian dan verifikasi atas kekurangan-kekurangan yang ditemukan;
  • Identifikasi terhadap masalah-masalah potensial dalam pengadaan kas (cash generation);
  • Deteksi terhadap kecenderungan memburuknya kondisi keuangan nasabah;
  • Penilaian terhadap kesediaan nasabah dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

On site, yaitu dengan melakukan

  • Kunjungan lokasi fisik, pemantauan dilaksanakan dengan melihat kondisi di lapangan yang meliputi aspek usaha, jaminan kemajuan proyek, mendeteksi permasalahan nasabah dalam menjalankan bisnisnya, menilai kemampuan manajemen nasabah, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk dicek secara fisik;
  • Trade checking, pemantauan kondisi usaha debitur dengan memanfaatkan informasi yang berasal dari supplier, distributor, pesaing, asosiasi industri, atau partner bisnis yang lainnya;
  • Credit checking, pemantauan kredit dengan memanfaatkan informasi yang berkaitan dengan kelancaran utang piutang baik untuk fasilitas yang diberikan oleh bank maupun bank lain.

Antisipasi Dini (Early Warning Signal), merupakan tindakan pemantauan secara dini terhadap kredit kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus, dengan tujuan untuk memberikan early warning signal atas gejala-gejala yang dapat mempengaruhi tingkat kolektibilitas debitur sehingga dapat segera dilakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya penurunan kolektibilitas. Gejala-gejala memburuknya keadaan debitur yang dapat berdampak negatif terhadap pemenuhan kewajiban debitur dapat dideteksi, antara lain melalui:

  • Aktivitas rekening debitur yang menurun terus dan cenderung menjadi pasif;
  • Terdapat tunggakan kewajiban, baik berupa pokok, angsuran, atau bunga yang belum diselesaikan atau tunggakan tersebut terjadi berulang kali;
  • Terdapat informasi negatif tentang debitur berdasarkan hasil on desk monitoring, on call monitoring, credit checking, dan informasi dari pihak ketiga, antara lain mengenai reputasi yang menurun dan ketidakmampuan memenuhi kewajiban keuangan.

Mengenai gejala-gejala yang mengindikasi bahwa terjadi penurunan kualitas kredit, bank harus menindaklanjutinya, antara lain dengan cara

  • Menghubungi debitur untuk menyusun action plan guna mencegah penurunan kualitas;
  • Melakukan rescheduling atau restrukturisasi awal.

Annual Review Credit, review terhadap kredit dilaksanakan setiap tahun sebelum jatuh tempo kredit. Berdasarkan hasil review, bank dapat menentukan apakah kredit dapat diperpanjang ataukah harus dilunasi.

Judul Buku: Memahami Bisnis Bank, Penulis: Pener, Halaman: 143-145.