“ Kerapu merupakan jenis ikan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Komoditas yang satu ini tidak hanya dicari oleh pasar domestik, tetapi juga internasional.”
Untuk melakukan usaha, terutama bisnis kerapu jangan terbatas pada teknis budi dayanya saja, tetapi pahami sampai seluk beluk dan tata cara perdagangannya. Untuk mengembangkan usaha, Anda tidak mungkin unggul jika hanya terbatas pada penguasaan teknis. Penguasaan terhadap perdagangan antara hulu ke hilir akan membantu Anda meraih sukses budi daya kerapu. Gampangnya, Anda tidak akan mati karena tidak mempunyai pasar. Banyak orang yang memproduksi sehingga akan terjadi masa di mana pasar over produksi dan menjadi jenuh. Namun, dengan menguasai pasar akan memudahkan untuk melempar produk Anda walau produksi cukup berlimpah.

Nilai Ekonomis

Dalam upaya mewujudkan usaha secara profesional atau bertujuan keuntungan (profit oriented), komoditas yang diproduksi harus bernilai ekonomis. Beberapa kriteria yang diinginkan pasar biasanya berupa produk yang enak, langka, atau sulit diproduksi sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Jadi, dapat dikatakan bahwa nilai komoditas yang tinggi juga sepadan dengan keahlian dan tenaga yang dikeluarkan. Bahkan, modal yang dibutuhkan juga tidak sedikit dan risiko kerugian relatif tinggi.
Selain itu, ketekunan dan keuletan juga berperan sebagai penunjang untuk meraih keberhasilan dalam usaha tersebut. Misalnya pada segmen usaha pembenihan kerapu yang membutuhkan perhatian ekstra ketat. Pergantian air harus dilakukan setiap hari dengan volume atau persentase tertentu agar tidak banyak terjadi kematian.

  1. Pilih komoditas yang tepat
    Agar tidak terjadi kesalahan atau kerugian yang fatal atau membuat jera penentuan pilihan sangat membantu. Walau semua kegiatan usaha dapat dipelajari serta dilakukan dengan ketekunan dan keuletan, tetapi bisa jadi terdapat kesalahan yang semestinya tidak harus terjadi sehingga dapat menciutkan nyali Anda karena adanya kegagalan yang pernah dialami.
    Kerapu yang biasa disebut groupers dapat dibudidayakan tidak hanya dari satu spesies, tetapi ada beragam dengan nilai ekonomis berbeda. Tentunya hal ini akan berpengaruh dalam penghasilan yang nantinya diperoleh. Namun, perbedaan jenis dan harga jual juga akan melibatkan risiko dan konsekuensi yang akan dijalankan. Mulai dari tingkat perawatan, jumlah pakan, hingga biaya yang dibutuhkan setelah menjadi produk siap jual. Jadi, tentukan sendiri pilihan Anda.

02. Pilihan segmen
Untuk meraup keuntungan maksimal, Anda akan dihadapkan pada pilihan segmennya. Anda harus mampu menentukan segmen yang tepat untuk diusahakan. Mulai dari tempat, modal, dan kemampuan Anda tidak bisa disamakan dengan orang lain. Jadi, segmen usaha yang Anda lihat berhasil untuk orang lain belum tentu untuk Anda. Kecuali, Anda telah memiliki multiusaha pada budi daya kerapu.

03. Lokasi usaha
okasi usaha lebih ditekankan pada media atau wadah yang digunakan untuk melakukan usaha. Jenis usaha juga akan berpengaruh pada hasil produksi dan keuntungan yang diraih. Usaha pembesaran kerapu dengan memanfaatkan lahan tambak akan berbeda dengan keramba jarring apung (KJA).

Spesies kerapu bebek/tikus memiliki harga yang mahal karena tekstur dagingnya sangat lembut dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kerapu lainnya. Namun, jenis kerapu tersebut belum tentu cocok dengan lokasi yang Anda miliki. Sebagai contoh, lokasi dengan perairan berlumpur kurang cocok untuk kerapu bebek/tikus, tetapi cocok untuk kerapu lumpur. Jadi, Anda harus mampu memilih atau menyesuaikan jenis kerapu dengan lahannya. Kecuali, bila kondisi perairan tersebut netral, masih ada kesempatan untuk dimanipulasi.

Segmen Bisnis
Di dalam usaha budi daya kerapu, ada beberapa segmen usaha yang dapat dijalankan. Di antaranya pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Anda dapat memilih salah satu, tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk menjalankan semuanya.

1. Telur
Telur hasil pemijahan dari kerapu sudah dapat langsung dijalankan sebagai bisnis karena sudah bisa mendatangkan keuntungan. Namun, telur kerapu hanya bisa didapatkan di balai (instansi pemerintah) atau pembenih yang berskala besar, misalnya di Gondol (Bali) dan Situbondo (Jawa Timur).

2. Pembenihan
Pembenihan adalah usaha pemijahan atau mengawinkan ikan untuk menghasilkan telur sampai menjadi benih yang selanjutnya dapat diperdagangkan untuk dibesarkan lebih lanjut. Ukuran benih yang dapat diperdagangkan berukuran minimal 1 inci atau lebih besar lagi.

3. Pendederan
Pendederan adalah kegiatan menghasilkan benih berukuran besar dan siap ditebar untuk segmen pembesaran. Tujuan dari pendederan adalah agar benih yang dibesarkan sudah masuk fase aman dan lebih kuat ketika masuk segmen pembesaran.
Ada yang menyebut bahwa pendederan benih harus disebar dimedia terbuka atau langsung berhubungan dengan alam, seperti tambak atau KJA. Ukuran benih pendederan biasanya lebih besar, yaitu 2-3 inci, 4-5 inci, atau yang lebih besar lagi.

4. Pembesaran
Pada segmen pembesaran, Anda cukup menebar benih hingga kerapu tersebut mencapai ukuran konsumsi. Pembesaran kerapu tidak terpatok dengan ukuran sehingga Anda dapat memanennya mulai ukuran 300 g per ekor. Namun, ada pula yang meminta ukuran 500 g per ekor, 600 g per ekor, atau lebih.

Pasar Domestik Terbuka
Pasar domestik ikan kerapu memang belum banyak dan biasanya masih terbatas pada masyarakat menengah ke atas untuk sasaran rumah makan dan resto di hotel-hotel. Namun, konsumennya bisa saja nelayan dan resto di hotel-hotel. Namun, konsumennya bisa saja nelayan dan masyarakat sekitar pesisir karena tidak jarang mereka menangkap kerapu dan hasilnya dimakan sendiri.

Untuk dapat membuka peluang pasar, tentu Anda harus mampu mengenali pasar. Tanpa mengenali pasar, rasanya sulit memasarkan kerapu dengan baik. Pasar kerapu terbentuk dari dua jenis, yaitu pasar benih dan konsumsi. Pasar benih peminatnya adalah masyarakat di daerah pesisir yang memiliki usaha budi daya kerapu.

Sementara itu, pasar kerapu konsumsi biasanya terdapat di kota-kota besar atau tempat-tempat wisata berbau pantai. Di situlah biasanya banyak pengunjung masyarakat pecinta masakan laut dan masyarakat kelas menengah ke atas.

Dengan mengenali pasar lokal, Anda tidak akan khawatir untuk membudidayakan kerapu karena pasarnya sudah jelas. Dengan adanya pasar yang jelas akan membuat kemauan dan kemampuan Anda lebih semangat dan terbangun dengan baik.

Pasar Ekspor
Pasar ekspor merupakan pasar bergengsi. Sebagian besar pengusaha ingin dapat menembus pasar ekspor. Tentu saja pasti ada suka-dukanya. Kalau untung dan kebetulan baik, tentu keuntungan bisa berlipat daripada pasar lokal.

Dorongan usaha untuk menjadi eksportir bisa didapat melalui internet, majalah, surat kabar, televise, atau seminar dan pelatihan budi daya kerapu. Semuanya dapat membangkitkan inspirasi Anda membuka usaha budi daya kerapu. Jadi, jangan beranggapan bahwa membangkitkan atau membuka usaha ekspor sangat riskan karena mudah ditipu atau dikomplain pihak pembeli. Semuanya bisa saja terjadi, tetapi jika mau melihat, ternyata tidak sedikit yang sukses menjadi eksportir kerapu. Semua yang sukses telah mampu melampaui kondisi-kondisi sulit yang menyebabkan mereka sukses dan mampu bertahan menjadi eksportir kerapu. Selalu berhati-hati dan pelajari perjanjian kerja samanya dengan seksama.

Untuk meyakini pasar ekspor, selain mencari informasi melalui internet dapat pula mencari informasi kepada instansi yang menangani ekspor kerapu, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan atau melalui pihak yang telah lama berkecimpung dalam ekspor kerapu.

Jadi, Anda harus jelas mengetahui pasar tujuannya karena tidak sedikit negara-negara importer yang membutuhkan kerapu dari negara-negara eksportir. Apalagi Indonesia sebagai negara eksportir harus bersaing dengan negara Asia lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Burma. Mereka termasuk negara-negara yang tidak dapat diremehkan keberadaannya dalam mencetak kerapu berkualitas.

Pasar kerapu dari Indonesia antara lain Singapura, Malaysia, Cina, Taiwan, Hongkong, dan Jepang. Pasar ikan kerapu Hongkong biasanya berasal dari Famili Serranidae. Masyarakat di sana percaya bahwa warna merah ikan kerapu akan membawa keberuntungan. Selain itu, mengonsumsi ikan kerapu hidup akan memberi manfaat kesehatan.
Pasar kerapu di Hongkong berkaitan dengan kegiatan budaya masyarakat sana. Permintaan tertinggi terjadi menjelang tahun baru imlek (tahun baru Cina) yang jatuh antara Desember-Februari. Sementara itu, permintaan terendah terjadi pada saat hari raya Ching Bing (mengunjungi makam para leluhur) karena masyarakat Hongkong sangat dipantangkan memakan ikan.

Beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia juga tidak menutup kemungkinan berperan sebagai pedagang di samping sebagai konsumen murni. Mereka menjadi transit kerapu, lalu menjualnya lagi ke negara lain yang menjadi konsumen murni.

Judul Buku: Bisnis dan Budi Daya KERAPU, Penerbit: Penebar Swadaya, Hal: 5-11.